Mentan Apresiasi Penggagalan Penyelundupan 23,1 Ton Pangan Ilegal di Pontianak

By Admin


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
nusakini.com, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri atas penggagalan penyelundupan komoditas pangan ilegal seberat 23,1 ton di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Amran, tindakan cepat aparat menjadi bukti kehadiran negara dalam melindungi petani serta menjaga stabilitas harga pangan nasional. Ia menilai praktik perdagangan ilegal tersebut berpotensi merusak tata niaga dan merugikan produksi dalam negeri.

“Langkah ini penting untuk melindungi petani dari praktik curang yang dapat menekan harga,” ujarnya.

Dalam pengungkapan tersebut, aparat menyita berbagai komoditas, antara lain bawang merah asal Thailand sebanyak 2,1 ton, bawang putih dari China 9,1 ton, bawang bombai asal Belanda 7,9 ton, bawang bombai India 1,6 ton, serta cabai kering dari China 2,2 ton.

Amran juga meminta agar proses hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan. Menurutnya, berdasarkan penyidikan awal, kasus ini diduga melibatkan jaringan terorganisir.

“Pengusutan perlu dilakukan hingga ke pihak yang diduga menjadi pengendali,” kata dia.

Ia menambahkan, dalam beberapa bulan terakhir aparat juga menggagalkan sejumlah penyelundupan pangan di berbagai daerah, termasuk bawang bombai ilegal di Semarang dan Surabaya, serta beras ilegal di Sabang dan Tanjung Balai Karimun.

Pemerintah, lanjutnya, akan memperkuat koordinasi lintas sektor guna menutup celah distribusi ilegal, terutama di wilayah pesisir yang dinilai rawan menjadi jalur masuk barang tanpa izin. (*)